Berita Sukmadesi, Harapan Baru Bagi Boyolali

Posted on: 26 Jul 2017 Oleh DINAS KESEHATAN KABUPATEN BOYOLALI

               

        Boyolali, 19 Juli 2017. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Dr. Ratri S. Survivalina, MPA., mengakui bahwa tanggung jawab Dinas Kesehatan itu cukup berat. "Kami harus jaga kesehatan masyarakat Boyolali sejak dari kandungan hingga akhir hayatnya. " terangnya dalam acara pencanangan SUKMADESI dan penyerahan piagam 30 Tahun pengabdian sebagai Kader Kesehatan  di hadapan Wakil Bupati Boyolali, Ketua DPRD Boyolali, Sekda Kabupaten Boyolali, Staf Ahli Gubernur Jawa Tengah, serta ribuan pegiat kesehatan bertempat di Semar resto, Boyolali. 

      Dukungan terbesar untuk persoalan kesehatan masyarakat Boyolali selama ini datang dari para kader kesehatan. Namun berdasarkan data Dinas Kesehatan, jumlah kader kesehatan di Boyolali semakin menurun. Ada 10.000 kader di 2014, saat ini tersisa 6.900 kader. Artinya setiap tahun terjadi penurunan sekitar 1.000 kader. Setelah dianalisa, penurunan jumlah kader ini bersifat alamiah. Sebagian besar kader adalah mereka yang telah mengabdi untuk jangka waktu yang sangat panjang, beberapa bahkan lebih dari 30 tahun pengabdian, sedangkan proses regenerasi tidak berlangsung cepat. "Ibu-ibu kader telah membantu kami lebih dari separuh umur saya," ungkap dokter Ratri. dua inovasi yakni Sukma Desi dan pemberian piagam tersebut merupakan terobosan dari Kasi promkes dan pemberdayaan Purwoko,S.ST,M.Kes                       

                  


        Dalam kesempatan yang sama Kadinkes Boyolali mengungkapkan saat ini Seksi Promosi Kesehatan membuka pendaftaran serta pembinaan bagi relawan-relawan muda untuk meneruskan tongkat estafet kader-kader kesehatan. Mereka diberi nama SUKMADESI atau Sukarelawan Kader Muda Desa Siaga. Sukmadesi menjadi bagian dari penggerakkan masyarakat kesehatan di Boyolali untuk tujuan-tujuan yang terukur. 

       "Sudah terdaftar 1000 kader muda kesehatan, Kami harapkan kader muda kesehatan ikut membangun Boyolali maju dan terhindar dari berbagai penyakit, dan menyukseskan berbagai program unggulan seperti imunisasi campak dan rubella yang menyasar seperlima penduduk Boyolali. Selain itu juga mendorong Boyolali menjadi kabupaten yang bebas dari praktik Buang Air Besar Sembarangan." 

         Terkait agenda Boyolali Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS), targetnya adalah 2017, lebih tepat lagi sebelum Oktober 2017. Saat ini Boyolali masih punya pekerjaan rumah yaitu 9.400 KK yang masih BABS. 100 kader muda Sukmadesi menjadi harapan bagi terlaksananya impian Boyolali sehat. Terima kasih kepada para kader, terutama yang sudah sepuh dan paripurna dalam pengabdiannya. Kini, bersama Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, kita sambut kehadiran Sukmadesi. 

 

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru